Kutai Timur – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan program pemerintah di sektor pertanian, Polsek Rantau Pulung kembali melaksanakan kegiatan monitoring lahan jagung yang berada di areal PT. Sangatta Sejahtera (SS) Desa Rantau Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur pada Jumat, 05 September 2025 sekitar pukul 15.50 WITA.

Monitoring ini dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Samapta Polsek Rantau Pulung Aiptu Didik Barrung, yang bersama pihak pengelola kebun meninjau pertumbuhan jagung hibrida yang sudah berusia lebih dari dua bulan. Dari total luas lahan 5 hektare yang disiapkan, saat ini baru sekitar 2 hektare yang ditanami secara bertahap sehingga kondisi tanaman tampak bervariasi dalam pertumbuhannya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan Polsek Rantau Pulung terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, sekaligus wujud kepedulian Polri dalam mendampingi masyarakat serta mitra perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Selain melakukan pengecekan langsung, Aiptu Didik Barrung juga menyampaikan himbauan kamtibmas agar seluruh pihak yang terlibat menjaga keamanan lingkungan dan tetap konsisten dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kapolsek Rantau Pulung, IPTU Herianto, S.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa kehadiran Polsek di lapangan bukan hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan dukungan moral terhadap masyarakat dan perusahaan yang serius mengembangkan pertanian. “Polri siap mendukung setiap langkah yang sejalan dengan program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan. Kami ingin memastikan proses yang berjalan di lapangan dapat berlangsung aman, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Aiptu Didik Barrung menyampaikan bahwa hasil pengamatan menunjukkan tanaman jagung yang ada saat ini tumbuh cukup baik meskipun masih terdapat perbedaan tinggi tanaman karena proses penanaman dilakukan secara bertahap. “Kami optimis dengan adanya kerja sama antara perusahaan dan desa, pertanian jagung ini akan memberikan hasil positif. Selain mendukung ketahanan pangan lokal, juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam kegiatan produktif,” jelasnya.

Kegiatan monitoring berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respon positif dari pihak perusahaan maupun warga setempat.