Polri memperkuat sistem pembinaan karier personel melalui integrasi TalentDNA, Assessment Center, rekam jejak, Satu Data Polri, dan Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diarahkan untuk menghadirkan pembinaan SDM yang lebih utuh dan berbasis data, sekaligus memastikan potensi, kompetensi, dan integritas personel menjadi bagian penting dalam perjalanan karier dan pelayanan kepada masyarakat. Penguatan tersebut dibahas Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., bersama Pendiri ESQ Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Melalui pendekatan berbasis talenta dan teknologi, Polri mendorong pengembangan personel sejak pendidikan hingga jenjang kepemimpinan, dengan tetap menempatkan integritas sebagai fondasi utama.
Polri memperkuat sistem pembinaan karier personel melalui integrasi TalentDNA, Assessment Center, rekam jejak, Satu Data Polri, dan Artificial Intelligence (AI)
Sabtu, 3 Oktober 2026 13:48 GMT+0800
TalentDNA dan AI diposisikan sebagai instrumen pendukung untuk memetakan potensi, kebutuhan pengembangan, serta rekam perjalanan personel. Sementara keputusan pembinaan dan karier tetap dilakukan pimpinan dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, integritas, dan kebutuhan organisasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun SDM Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sehingga teknologi dan sistem pembinaan karier tidak hanya mendukung pengembangan personel, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Tinggalkan Balasan