BANDUNG – Menyongsong arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melakukan langkah krusial dalam mematangkan strategi pengamanan jalur transportasi utama. Melalui mekanisme Tactical Floor Game (TFG) Operasi Ketupat 2026 yang mengusung tema “Mudik Aman Keluarga Bahagia”, jajaran kepolisian merumuskan koordinasi taktis guna menghadapi lonjakan volume kendaraan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., di NTMC Polri pada Selasa (3/3/2026) ini, bertujuan untuk mensimulasikan berbagai skenario dinamika lapangan agar personel siap merespons setiap potensi sumbatan arus lalu lintas secara cepat dan akurat.
Dalam operasionalnya, Polda Jawa Barat memberikan perhatian khusus pada ruas tol Jakarta-Cikampek hingga Cipali, terutama pada titik krusial antara KM 47 hingga KM 70. Pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat adaptif, mulai dari pemberlakuan contraflow hingga sistem one way sepenggal. Penerapan skema ini tidak dilakukan secara permanen, melainkan diterapkan secara bertahap berdasarkan hasil perhitungan volume kendaraan (traffic counting) di lapangan. Langkah diskresi ini diambil untuk memastikan distribusi beban jalan tetap seimbang dan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan yang ekstrem pada gerbang-gerbang tol utama.
Tidak hanya terfokus pada jalur bebas hambatan, pengamanan ketat juga diarahkan pada jalur arteri yang menjadi rute favorit pemudik dan wisatawan, khususnya wilayah Priangan Timur dan kawasan Puncak, Bogor. Mengingat karakteristik jalur tersebut yang memiliki kontur geografis menantang dan kerap mengalami kepadatan lokal, Polda Jabar menyiagakan personel di titik-titik rawan macet dan kecelakaan. Pengawasan di jalur wisata ini ditingkatkan sebagai antisipasi atas tingginya mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat tajam menjelang hari raya hingga masa libur lebaran berakhir.
Melalui persiapan yang komprehensif ini, Polda Jawa Barat berkomitmen menciptakan ekosistem mudik yang tidak hanya lancar, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan. Dengan sinergi antara kesiapan taktis aparat dan kedisiplinan para pemudik, diharapkan momentum pulang kampung tahun 2026 ini dapat berjalan kondusif, meminimalisir angka kecelakaan, dan menghantarkan setiap keluarga sampai di tujuan dengan penuh kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan