
Polri melalui Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., meninjau proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jatim, Jumat (3/10). Hingga kini lima jenazah sudah berhasil diidentifikasi di posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, sementara data awal mencatat 58 orang masih belum diketahui keberadaannya. Proses evakuasi dilakukan selama 24 jam penuh dengan dukungan personel, peralatan, dan tenaga ahli konstruksi dari ITS serta Kementerian PUPR. Langkah ini ditempuh secara hati-hati mengingat kondisi bangunan yang rawan runtuh, sekaligus untuk menjaga keutuhan jenazah di bawah puing. Fokus utama saat ini adalah penanganan kemanusiaan, sementara penyelidikan penyebab runtuhnya bangunan akan dilakukan setelah seluruh korban ditemukan.
“Kami bagi dalam tiga klaster, yakni santri, pengurus pesantren, serta pegawai yang terlibat dalam renovasi pembangunan gedung. Dari data awal, ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya. Tadi lima di antaranya sudah ditemukan,” jelas Kapolda Jatim

Tinggalkan Balasan