**SANGATTA** – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur menggelar rapat strategis guna mengantisipasi ancaman dampak fenomena El Nino di wilayah Kutai Timur. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolres Kutim pada Rabu (8/7/2026) ini difokuskan pada optimalisasi peran lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta risiko kekeringan.

 

Rapat dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Kapolres Kutim AKBP H. Fauzan Arianto, Ketua DPRD Kutim Jimmy, Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, serta unsur pimpinan daerah lainnya.

 

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menekankan urgensi kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah. “Saya minta setiap kecamatan memastikan ketersediaan penampungan air bersih bagi masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi penanganan karhutla,” tegasnya. Selain isu lingkungan, dalam rapat tersebut juga dibahas progres pembangunan strategis daerah, termasuk rencana pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pengembangan Mal Pelayanan Publik, serta potensi wisata Pulau Miang sebagai kawasan Geopark.

 

Menanggapi potensi ancaman karhutla, Kapolres Kutai Timur AKBP H. Fauzan Arianto memaparkan kesiapan jajaran Polres Kutim. Pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan aplikasi *Lancang Kuning* untuk memantau titik panas (*hotspot*) secara *real-time*. Selain itu, Polres Kutim juga telah melakukan pemetaan mendalam terhadap wilayah-wilayah rawan kekeringan dan kebakaran.

 

Sinergi kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi fondasi utama dalam menghadapi ancaman El Nino. Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, diharapkan setiap potensi bencana dapat dimitigasi secara cepat dan tepat, demi menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur selaras dengan semangat #TulusMelayaniUntukMasyarakat.