Microsleep menjadi salah satu ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama bagi pengemudi yang melakukan perjalanan jauh atau berkendara dalam kondisi lelah. Kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari, ditandai dengan hilangnya kesadaran sesaat selama 1 hingga 30 detik, namun dapat berakibat fatal karena kendaraan kehilangan kendali sepenuhnya.

Microsleep umumnya ditandai dengan sejumlah gejala awal, seperti mata sulit fokus dan sering menguap, kepala tersentak secara tiba-tiba, hingga pengemudi tetap melaju tanpa benar-benar menyadari kondisi sekitar. Meski berlangsung sangat singkat, risiko kecelakaan yang ditimbulkan sangat tinggi, khususnya pada kecepatan tinggi atau di jalur padat lalu lintas.

Pengemudi diimbau untuk tidak memaksakan diri apabila mulai merasakan kelelahan saat berkendara. Langkah paling aman adalah segera menepi di rest area terdekat untuk melakukan power nap, beristirahat sejenak, atau melakukan peregangan tubuh guna memulihkan kondisi fisik dan konsentrasi.

Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Dengan mengenali bahaya microsleep sejak dini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan perjalanan dapat berlangsung dengan aman serta selamat sampai tujuan.